(Tim Persis Solo)

SOLO, MANTEB.Com – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengabulkan banding yang diajukan Persis Solo terkait sanksi dari buah kericuhan di Rembang, Minggu (16/7/2017) lalu. Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 05/KEP/KB/LIGA2/VIII/2017, yang memutuskan mengubah keputusan Komisi Disiplin nomor 074/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 tentang tingkah laku buruk Persis Solo tanggal 27 Juli 2017.

baca juga : Persis Solo Ajukan Banding atas Sanksi Komdis

“Mengadili sendiri dan memutuskan bahwa menerima sebagian banding Persis Solo Nomor 059/PERSIS-SOLO-LIB/VII/2017 tanggal 3 Agustus 2017,” sebagaimana dikutip dari laman resmi Persis Solo.

Komdis menilai, kedua suporter terbukti terlibat saling lempar hingga terjadi kericuhan dan masuk ke dalam lapangan sehingga pertandingan tidak dapat dilanjutkan. Hal itu sebagaimana diatur dalam kode disiplin Pasal 65 jo, Pasal 66 ayat (1) jo Pasal 10 (c).

Atas keputusan itu, PSSI memerintahkan agar pertandingan PSIR Rembang melawan Persis Solo yang sempat terhentu pada menit ke-50, untuk dilanjutkan di tempat netral dengan tanpa penonton. Selebihnya, biaya akan ditanggung oleh PT Liga Indonesia Baru.

“Pertandingan hanya dihadiri oleh perangkat pertandingan, tim kesehatan, tim keamanan dan wartawan,” kutip isi surat.

Namun untuk denda, Komdis tetap menghukum Persis berupa denda sebesar Rp100.000.000 yang harus dibayarkan paling lambat 23 Agustus 2017. Apabila sampai masa hukuman denda belum dibayarkan, maka status hukuman tetap.

Atas pancabutan sanksi tersebut, manajemen Persis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada para suporter, Pasoepati yang telah memberikan dukungan tiada henti. Melalui Wakil CEO Persis Solo, Dedy M Lawe, dirinya meminta insiden serupa tidak kembali terjadi dan hal ini (sanksi) menjadi hukuman terakhir untuk timnya.

“Semoga ini adalah yang terakhir dan semoga ke depan akan lebih baik lagi, jadikan kejadian lawan PSIR pengalaman sehingga lebih waspada dan hati-hati serta lebih baik lagi,” tutur Dedy, seperti dikutip dari laman resmi Persis Solo.

Tempel PSIS

Pelatih Persis, Widyantoro mengapresiasi kerja keras manajemen dalam memperjuangkan banding atas sanksi yang sebelumnya dijatuhkan. Sanksi tersebut diakuinya sempat membuat pemainnya sedikit drop. Namun dengan keputusan ini, dirinya mengaku akan fokus pada sisa laga berikutnya.

“Poin Persis tidak jadi hilang dan pertandingan lawan PSIR dilanjutkan pada menit ke-50. Terima kasih manajemen, Pasoepati, dan warga Solo yang mendukung kami,” tutur Widyantoro.

Batalnya pengurangan tiga poin dan digelarnya laga lanjutan melawan PSIR Rembang, menjadikan Persis berpeluang menyalip PSIS Semarang dari puncak klasemen. Kini, Laskar Sambernyawa berada di peringkat kedua, tertinggal dua poin dari PSIS yang mengoleksi 25 angka. Persis masih memiliki 40 menit laga lanjutan kontra PSIR, meski tengah tertinggal satu gol.

Sementara itu, laga melawan Persipur Purwodadi di Stadion Manahan, Minggu (13/8/2017) sore, menjadi peluang Persis untuk terus menjaga asa di papan atas klasemen Grup 4.

Di satu sisi, PSIS dan PSIR akan saling berhadapan di Stadion Jatidiri, Semarang pada Sabtu (12/8/2017) sore nanti. Hasil dalam laga tersebut akan memengaruhi peta persaingan dua tim yang lolos ke babak 16 besar.

 

Penulis : Wahyu Setiawan