SEJAK 1997: Bersama suaminya, Marimin, Mbak Tig memulai usaha sate kere sejak tahun 1977. (manteb.com/dhika-way)

SOLO, MANTEB.Com – Solo memang tidak pernah lepas dari dunianya kuliner Nusantara. Mulai dari makanan berkelas internasional sampai jajanan kuliner kelas “kere”, semua tersaji dengan keistimewaannya masing-masing.

Seperti jajanan yang satu ini, “kere”, mempunyai cita rasa istimewa dan memiliki pelanggan dari kalangan menengah ke atas. Pelangan yang sengaja membeli makanan di sini pun rela antre panjang hanya untuk sekadar mencicipi kuliner yang dibilang “kere” ini.

Tetapi tunggu dulu, kata “kere” yang dimaksud di sini bukan berarti sesungguhnya. Namun “kere” di sini adalah jajanan kuliner sate kere. Meski terkesan kurang menjual, namun jangan salah. Seperti warung sate kere Mbak Tug, yang ternyata dalam sehari meraup per hari omzet hingga Rp1,5-2 juta. Bahkan kalau hari Minggu atau tanggal merah, bisa mencapai Rp2-2,5 juta.

Sebelum menetap di Jalan Arifin No 59, Kepatihan Wetan, Jebres ini, Mbak Tug menjajakan sate kerenya dengan cara berkeliling. Dia memulai usahanya sejak tahun 1977, hingga pada akhirnya setelah sekitar 20 tahun berkeliling, Mbak Tug memutuskan untuk berjualan sate kere dengan menetap di tempat stategis.

“Agar para pelanggan tidak begitu susah untuk membeli,” tutur sang suami dari Mbak Tug, Marimin, yang membantu untuk urusan membakar sate.

Menurut Marimin, sate kere sapi Mbak Tug ini termasuk menu favorit kegemaran Jokowi sewaktu menjabat menjadi Wali Kota Surakarta. Selain itu pula, sate kere sapi Mbak Tug ini juga sering dipesan untuk acara-acara pemerintahan, juga event-event lainnya.

Bagaimana, Anda penasaran dengan rasa sate kere yang menjadi idola Jokowi sewaktu menjadi Wali Kota Surakarta dulu?

Penulis : Dhika Lukmana
Editor : Wahyu Setiawan