(Tenongan Bu Is/dok)

SOLO, MANTEB.Com – Makanan tradisional saat ini semakin tergeser dengan keberadaan fast food atau makanan cepat saji lainnya, di mana makanan itu bisa dengan mudah kita dapatkan. Keprihatinan seketika muncul ketika kita melihat jajanan yang penuh dengan cita rasa tradisional khas daerah itu mulai berangsur hilang dari sekitar kita.

Namun jangan khawatir, kerinduan dengan jajanan pasar itu bisa Anda dapatkan kembali dengan cita rasa yang tidak jauh berbeda dengan jajanan pada masanya. Jika berkunjung ke Solo, Anda bisa berburu beragam jajan Nusantara di Bu Is. Dia merupakan salah satu penjual setia yang menjajakan ragam jajan tradisional menggunakan tenong, sejenis wadah yang terbuat dari anyaman bambu.

Tenongan Bu Is, sebutan yang biasa digunakan masyarakat, terletak di Jalan Adi Soemarmo, Solo. Di tempat itu, kita akan dengan mudah menemukan aneka jajanan pasar dengan segala macam jenis dan rasa. Kue-kue tradisional seperti cara bikang, kue lapis, putu mayang, sampai klepon, bisa didapatkan di tempat tersebut.

Bahkan pada hari-hari biasa pun, di tempat ini kita bisa mendapatkan semua jajanan pasar itu. Selain  jajanan pasar, Bu Is juga menyediakan aneka sayur matang, gorengan, es buah, es kopyor, koktail, untuk melengkapi hidangan buka puasa Anda.

Tenongan Bu Is berawal dari usaha rumahan sejak dari tahun 2005. Awalnya hanya berjualan menggunakan tenong untuk pembeli dalam lingkup kecil. Namun seiring perkembangan waktu, akhirnya Bu Is mendapat pesanan dari pembelinya dalam partai besar, mulai dari acara sekolah, kantor, dan instansi pemerintah untuk acara rapat-rapat atau pun pertemuan-pertemuan lainnya.

Saat Ramadan tiba, banyak juga pelanggan yang memesan takjil di tempat ini untuk hidangan berbuka puasa seperti untuk beberapa masjid, dan komunitas buka bersama. Bahkan, hingga sekarang Bu Is ini dijadikan sebagai tempat kulakan untuk pedagang-pedagang kecil yang kemudian dijual lagi kepada pembeli lainnya.

Harga camilan makanan Bu Is rata-rata mulai dari Rp1.000 sampai dengan Rp8.500. Setiap harinya, Bu Is selalu buka jam 05.00 hingga 12.00 WIB. Namun saat Ramadan seperti saat ini, jam bukanya pun juga berubah. Di bulan puasa, Bu Is buka mulai dari jam 13.00 sampai jam 19.00. Diakuinya, omzet pada saat bulan puasa bisa naik dua kali lipat dari pendapatan hari biasanya, bahkan tiap tahun mengalami peningkatan.

Tenongan Bu Is ini semakin hari semakin berinovasi seiring perkembangan zaman, dan era di mana makanan semakin hari selalu beragam variasinya. Menurutnya, dia tidak pernah meninggalkan jajan pasar supaya keberadaannya tidak lekang dimakan waktu. “Ke depan, anak dan cucu kita dapat mengenal keragaman menu tradisonal yang bisa juga menjadi kebanggaan kuliner Nusantara,” ujar Bu Is, saat ditemui Tim MANTEB.COM, Senin (12/6/2017).

 

Penulis : Dhika Lukmana
Editor : Wahyu Setiawan