UBER MILIARAN: BFI Finance saat menggelar konferensi pers program Uber Milyaran 2017 di Ralana Restaurant, Solo, Senin (20/2/2017). (manteb.com/wahyu)
SOLO, MANTEB.com – Setelah selama 35 tahun dikenal dan identik dengan dunia otomotif, tahun ini BFI Finance mulai memasuki bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Beragam jenis usaha yang dituju diantaranya kuliner, fashion, handycraft, dan percetakan. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM, sekaligus memasuki segmen lain.
Menurut Small Medium Entreprises Head, Priyo Widianto, banyak masyarakat yang mempunyai usaha kecil yang tidak punya perbankan. Hampir 60 juta pelaku UMKM, dan yang ter-cover oleh perbankan baru 15%. “Kita berharap Solo, Yogyakarta, Semarang, bisa mencapai paling tidak 0,1% dari total 60 juta pelaku usaha,” ujar Priyo, Senin (20/2/2017) lalu saat jumpa pers launching Uber Milyaran 2017 di Ralana Resto, Solo.
Permasalahan yang sering kali dihadapi oleh pelaku UMKM ketika tidak ter-cover oleh perbankan, menurut Priyo karena data-data mereka dinilai kurang. Selain itu juga karena perbankan berpikir bahwa usaha-usaha tertentu bukan merupakan segmen yang perbankan ambil.
Maka dari itu mulai tahun ini BFI mencoba menjadi pionir, yang mampu memberikan dukungan terhadap pelaku UMKM.  Selama bisnis yang mereka jalankan dinilai visible, dan memiliki goals yang jelas, menurut Priyo, bukan tidak mungkin BFI bisa memberikan dukungan pinjaman.
Penulis : Wahyu Setiawan