Grafis : Prima Kusuma

KARANGANYAR, MANTEB.com – Meski ancaman longsor dapat terjadi sewaktu-waktu, warga di Dusun Pokoh, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, nekad tetap tinggal di lereng tebing Gunung Lawu. Tidak adanya tempat tinggal lain membuat warga memilih bertahan meskipun rumahnya masuk kawasan rawan longsor.

Budiarto (45), merupakan salah satu warga yang memilih tetap tinggal di rumahnya, daerah lereng tebing Gunung Lawu. Dia mengaku tetap tinggal, meskipun saat hujan turun selalu was-was akan bahaya longsor yang dapat terjadi kapan saja. Bersama istri, satu anak, dan mertuanya, Budiarto hanya pasrah dengan kondisi tanah yang ditempatinya masuk kategori tanah labil.

Rumah milik Budiarto masuk dalam tiga rumah yang sudah terkena dampak langsung akibat tanah labil tersebut. Selain itu, masih ada sekitar 23 rumah lainnya yang tepat berada di bawah rekahan tanah yang lebarnya mencapai 300 meter tersebut.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Jenawi bersama dengan Kecamatan Kerjo, Matesih, dan Jatipuro menjadi daerah yang masuk kategori daerah dengan risiko tingkat bencana longsor sedang, dan tinggi. Sedangkan daerah lain seperti Karangpandan, Ngargoyoso, Tawangmangu, dan Jatiyoso masuk kategori daerah dengan risiko tingkat bencana longsor tinggi.

Penulis : Johanes Sandy, Wahyu Setiawan