(Presiden Joko Widodo)

SOLO, MANTEB.Com – Ada fakta unik yang terungkap kala Presiden Joko Widodo meresmikan Museum Keris Nusantara di Solo, Rabu (9/8/2017) siang. Dalam sambutannya, Jokowi mengaku pernah dipameri keris oleh Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke negara tersebut, beberapa waktu lalu.

Jokowi bercerita, saat itu ia sedang melakukan kunjungan ke Rusia. Saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Jokowi dipameri dengan koleksi keris yang dikoleksinya.

“Saat saya ke Rusia, dipameri (keris) juga oleh Presiden Putin,” tutur Jokowi.

Jokowi melanjutkan, ternyata koleksi keris yang dimiliki Putin disimpan dalam sebuah ruang khusus yang dia miliki. Keris-keris tersebut merupakan keris yang berasal dari Indonesia.

“Keris-keris yang berasal dari Indonesia, yang disimpan dalam ruangan khusus yang beliau miliki,” lanjut Jokowi.

Selain oleh Putin, Jokowi ternyata juga pernah dipameri koleksi keris milik Presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan. Keris-keris tersebut, menurut Jokowi, merupakan keris yang cantik yang merupakan keris dari Indonesia.

“Saat saya ke Turki, dipameri oleh Presiden Turki. Keris yang sangat cantik dari sini,” ujar Jokowi.

Hal itu dinilai Jokowi sebagai bentuk kekaguman warga luar negeri atas warisan budaya Indonesia. Menurut Jokowi, nilai-nilai filosofi yang ada dalam keris lah yang membuat orang sekelas Presiden Turki dan Rusia dibuat kagum.

“Nilai-nilai filosofi yang ada di keris itu lah yang membuat mereka kagum dan mengoleksi keris-keris itu,” tutur Jokowi.

Museum Keris Nusantara diresmikan Jokowi setelah empat tahun diperbaiki oleh Pemerintah Kota Surakarta, dengan pihak-pihak terkait. Saat ini Museum Keris memiliki koleksi kurang lebih 409 buah keris.

Museum Keris memiliki empat lantai dan basement. Lantai pertama digunakan untuk administrasi dan ruang audio visual. Lantai dua untuk perpustakaan dan ruang anak. Lantai tiga digunakan untuk diorama dan ruang pameran. Lantai empat merupakan ruang pameran utama yang diisi keris-keris bersejarah dan masterpiece.

 

Penulis : Dhika Lukmana, Basnando
Editor : Wahyu Setiawan