ANEKA SATWA: Pemandangan Taman Tirtonadi, Blora, yang juga terdapat beraneka satwa jinak. (manteb.com/priyo-way)

BLORA, MANTEB.com – Bantaran pinggir sungai yang dulu dikenal menakutkan dan kumuh, kini berevolusi menjadi tempat yang indah dan asik untuk nongkrong. Dilengkapi dengan aneka satwa jinak, kini Taman Tirtonadi menjadi primadona baru bagi warga Blora, Jawa Tengah.

Tempat yang dulunya merupakan kawasan yang menakutkan, gelap, dan kotor itu kini menjadi ikon baru bagi masyarakat Blora. Begitu melintas di kawasan ini, para pengunjung akan langsung disambut aneka satwa yang ada di taman tersebut.

Menurut Sela Indah, salah satu pengunjung, taman ini dulunya memang terlihat tak terawat dan kumuh. “Dulu itu kayaknya tempatnya serem gitu, terus sama kumuh. Terus sekarang jadi bagus dan indah banget,” ujar Sela sembari tersenyum.

Tak hanya itu, hiasan payung warna-warni yang indah juga menjadikan tempat ini menjadi tampak hidup. Di taman itu, para pengunjung juga bisa berselfie bersama sejumlah satwa yang ada. Beberapa burung elang yang ada di taman itu juga dapat dipegang dan diajak untuk berfoto bersama.

Setelah terpuaskan berburu foto dengan burung, para pengunjung bisa sejenak istirahat sambil menikmati kuliner khas Blora yang dijajakan. “Sejuk sekali ini di sini, pepohonan rindang. Menikmati berbagai macam unggas. Alhamdulillah di sini (makanannya) murah-meriah, semua terjangkau buat masyarakat umum,” ungkap Umi Kulsum, Ketua Tim Penggerak PKK Blora, yang kala itu sedang menikmati sajian kuliner di Taman Tirtonadi, Kamis (2/3/2017).

Taman Tirtonadi yang selesai dibangun awal bulan Februari lalu, tak pernah sepi dari pengunjung, khususnya kalangan muda-mudi pemburu foto. Aneka satwa seperti kijang dan rusa pun juga dihadirkan di tepi sungai tersebut. Ditambah kolam renang yang dulunya sempat mangkrak, kini kembali diserbu oleh warga karena keindahannya. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Blora untuk menata kota sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan yang ada.

 

Penulis : Priyo

Editor : Wahyu Setiawan