YOGYAKARTA, MANTEB.Com – Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menyarankan kementerian dan lembaga pemerintah untuk mulai menggunakan server dalam negeri sebagai bentuk penguatan keamanan siber dalam negeri. Penggunaan server lokal dinilai lebih efektif dalam menangkal serangan siber, terlebih seperti serangan virus Ransonware jenis Wanna Cry. Hal tersebut disampaikan Kepala Lemsaneg Mayjen TNI (Purn) Djoko Setiadi usai menjadi pembicara dalam sebuah seminar bertema ‘Sosialisasi Sejarah Persandian Menuju Cyber Security’ di Yogyakarta, Senin (15/5).

Menurut Djoko, penerapan cara ini dinilai efektif karena perjalanan data langsung di dalam negeri dan tidak terbaca keluar negeri. Terlebih sistem data di pemerintahan sudah berbasis e-government.

“Untuk itu Lembaga Sandi Negara terus berupaya menyosialisasikan untuk menggunakan bikinan (server) dalam negeri. Niscaya kita menggunakan produk kita sendiri, sistem kita buat sendiri, pengamanan kita susun sendiri, itu pasti jauh lebih aman,” ujar Djoko.

Saat ini server dalam negeri sudah digunakan di kementerian dan lembaga pemerintah akan tetapi belum tunggal, artinya masih ada sebagian data yang terhubung dengan server dari luar negeri. Djoko mencontohkan beberapa data yang sudah terhubung dengan sever dalam negeri antara lain penerimaan taruna Akpol di seluruh Indonesia yang telah menggunakan sejak lima tahun lalu, serta data soal ujian nasional di Kementerian Pendidikan Nasional.

Lebih lanjut Djoko mengatakan, adanya serangan siber seperti serangan virus ransonware dalam beberapa hari terakhir, menyadarkan banyak pihak untuk segera mengesahkan Undang-Undang Persandian. Sebab menurutnya, virus Ransonware menggunakan enkripsi yang merupakan bagian dari sandi.

 

Penulis : Adam

Editor : Wahyu Setiawan