(Pasar Klewer usai diresmikan Presiden Joko Widodo/dok manteb.com)

SOLO, MANTEB.com – Pasar Klewer Solo yang baru beberapa hari lalu diresmikan Presiden Joko Widodo sebagai tanda dibukanya kembali pasar setelah musibah kebakaran beberapa tahun lalu, kini justru menyisakan sejumlah permasalahan. Sejumlah masyarakat mengeluhkan tata bangunan, khususnya tempat parkir roda empat di basemen dan jalur angkutan troli barang.

Keluhan masyarakat terkait jalur parkir roda empat di basemen dirasakan sejumlah pengemudi saat akan memarkir mobilnya. Mereka mengaku cukup kesulitan karena tidak bisa sekali melaju, karena tikungan yang  terlalu menukik.  Konsekuensinya, pengemudi harus berhenti lalu mundur terlebih dahulu sebelum maju kembali.

Bukan hanya itu, untuk mobil jenis sedan standar, bagian bawah mobil cukup rentan mengenai lantai ketika mobil akan masuk atau keluar di tikungan basemen. Hal ini dikarenakan di pertemuan jalur menurun atau naik ke jalur mendatar cukup tinggi.

“Saya mendapatkan tikungan-tikungan yang tidak bisa berbelok sekali langsung. Mobil-mobil yang standar itu pasti ketika belok ke basement itu tidak bisa sekali putar. Pasti dia harus mundur dulu, baru belok lagi,” keluh Bambang Saptono, salah satu pengunjung pasar yang mengemudikan sedan, Selasa (25/4).

Bambang menuturkan, saat masuk di areal parkir basement, dia kaget mobil sedan yang dikendarainya tidak dapat belok sekali putar karena harus berhenti mundur dulu, lalu baru kembali maju. Menurutnya, ini adalah permasalahan arsitektur yang seharusnya sudah diperhitungkan.

“Ini permasalahan arsitektur, harusnya arsitektur ini memikirkan sampai sejauh ini bagaimana agar mobil yang diparkir di basemen ini tidak dipersulit dengan melewati lorong itu harus bolak-balik maju mundur,” tutur Bambang.

Bukan hanya jalur parkir, jalur troli untuk angkutan barang juga banyak dikeluhkan, khususnya para buruh angkut barang. Para buruh angkut mengeluhkan jalur yang cukup curam juga berkelok, sehingga mengganggu saat akan membawa barang.

Sejumlah insiden bahkan terjadi saat para buruh angkut membawa troli dengan barang penuh. Karena tidak kuat menahan beban, troli menghantam tembok pembatas hingga tembok rubuh.

“Terlalu menikung, saat turun terlalu pendek,” ujar Tahono, salah satu buruh angkut barang di Pasar Klewer.

Adanya temuan sejumlah permasalahan ini, diharapkan segera dicari solusi untuk kenyamanan pengunjung Pasar Klewer maupun buruh. Terlebih usai diresmikan pada 21 April lalu, Jokowi berpesan agar Pasar Klewer tidak kalah dengan mal. Sehingga dengan adanya temuan permasalahan ini pihak pengembang segera melakukan perbaikan.

 

Penulis : Dawam Rizawan Taufiq

Editor : Wahyu Setiawan