(ilustrasi cukai rokok)

KARANGANYAR, MANTEB.Com – Peredaran rokok tanpa cukai tembakau maupun cukai palsu dan kedaluwarsa ditengarai marak di wilayah pinggiran Kabupaten Karanganyar. Menanggapi fenomena tersebut, Satpol PP beserta Bea dan Cukai Surakarta siap menggerebek lokasi sasaran.

Kepala Satpol PP Karanganyar Kurniadi Maulato mengatakan, pihaknya  memiliki intelijen Satpol PP yang  mendeteksi temuan di wilayah perbatasan seperti wilayah Tawangmangu, Jatiyoso, Jenawi, dan Gondangrejo untuk rokok putih atau tanpa merek dan itu merupakan produksi rumah tangga.

“Informasi itu atau pun rencana tindak kita itu mendasarkan dari hasil kinerja intelejen kami,” ujar Kurniadi, Kamis (24/8/2017) lalu.

Menurutnya, penertiban praktik penjualan barang bercukai ilegal wajib dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait. Dalam sebulan, pihaknya secara intensif melakukan pemantauan titik-titik yang dinilai rawan peredaran rokok tanpa cukai.

“Minimal dalam satu bulan itu kami melaksanakan empat kali pemantauan pemanasan di titik-titik yang memang kita nilai rawan peredaran cukai rokok (ilegal),” lanjut Kurniadi.

Dia menuturkan, barang-barang terkena cukai menyumbang pendapatan negara secara signifikan di Kabupaten Karanganyar, dan Pemkab memperoleh dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2017 Rp9,8 miliar atau naik dari tahun 2016 Rp6,7 miliar.

Kurniadi menambahkan bahwa masih ditemukan rokok yang tidak dilekati pita cukai di lapangan yang umumnya dijual di warung-warung kecil dan penjual oprokan di pasar tradisional. Penjualan lebih banyak ditemukan di daerah perbatasan baik antarprovinsi maupun perbatasan dengan kabupaten tetangga. Namun untuk periode tahun ini, diakuinya temuan di Karanganyar untuk rokok tanpa cukai rendah.

“Dari Januari sampai dengan Agustus ini kita hanya mendapatkan satu titik, kita peroleh empat bungkus dengan empat merek yang berbeda,” ungkap Kurniadi.

Pihaknya meminta segera laporkan kepada Satpol PP bila mengetahui ada usaha pembuatan rokok yang memperoduksi rokok tanpa cukai, cukai palsu. Begitu pula dengan toko, warung harus menolak sales rokok yang menawarkan rokok tanpa pita cukai, cukai palsu.

 

Penulis : Jo Sandy
Editor : Wahyu Setiawan