TANGKAP IKAN: Warga tunjukkan ikan yang berhasil ditangkap di kolam tando harian milik Pembangkit Listrik Tenaga Air  Timo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/8/2017)

SEMARANG, MANTEB.Com – Kolam tando harian milik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Timo, Tuntang,Kabupaten Semarang setiap 3 tahun sekali dilakukan perawatan rutin, kolam akan dikuras. Di dalam kolam tersebut ternyata juga ada ribuan ikan yang dapat ditangkap oleh warga. Dengan membayar Rp 20.000 warga dapat bebas menangkap ikan berapapun jumlahnya. Wargapun memanfaatkan jaring dan berbagai macam alat untuk menangkap  ikan.

Kolam pembangkit listrik tersebut memiliki  luas sekitar dua hektar, dengan kedalaman empat meter. air kolam   dikuras setiap tiga tahun sekali, untuk  memberersihkan lumpur yang bisa merusak turbin dan memudahkan perawatan mesin-mesin pembangkit listrik.

Pengurasan kolam dilakukan  ketika tingkat sedimentasi tinggi. Saat kolam dikuras, PLN memberi kesempatan kepada semua warga untuk menangkap ikan yang dipelihara dengan membayar ikan Rp 20.000.

Berbagai jenis ikan berhasil ditangkap oleh warga, seperti jenis Munjair, Nila, Gurame, Wader Hijau dan berbagai jenis lainnya. Ukurannya pun bermacam-macam, dari ukuran kecil hingga ukuran sekitar lima kilogram. Hasil tangkapan ikan yang didapatkan ada yang dijual dengan harga sekitar 40 ribu rupiah per kilogramnya.

Salah satu warga pencari ikan Iswanto mengatakan, ia bersama warga yang lain memanfaatkan momentum tersebut untuk menangkap ikan, selain hanya memerlukan biaya yang murah, ia dapat bebas menagkap ikan.

“ya kan hanya membayar Rp 20.000 bisa dapat banyak ikan. nangkapnya pake jaring. Ikannya ada yang dikonsumsi sendiri, ada yang mau di jual juga.” Tutur Iswanto

Tradisi tangkap ikan ada sejak PLTA Timo beroperasi mulai tahun 1962, untuk memperkuat produksi listrik dari PLTA Jelok yang beroperasi sejak tahun 1938.

 

Penulis: Tata Rahmanta
Editor : Widiyanto