PAKET HEMAT: Petugas Polres Blora mengamankan sabu-sabu yang dikemas dalam paket hemat. (manteb.com/priyo-way)

BLORA, MANTEB.Com – Satresnarkoba Polres Blora berhasil menggagalkan upaya transaksi narkoba dan menangkap tiga tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Ketiga tersangka mengedarkan sabu-sabu dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah dengan penjualan menggunakan sistem paket hemat.

Tiga tersangka pengedar sabu-sabu kini meringkuk di tahanan Mapolres Blora untuk menanti proses hukum. Ketiga tersangka yakni Aris Haryanto, Dwi Susanto, dan Teguh Widyanto yang memiliki peran berbeda dalam mengedarkan narkoba.

“Ada tiga tersangka yang kami amankan, dengan bukti 24 paket keseluruhannya. Satu orang sebagai bandar, dan dua orang lain sebagai kurir,” ungkap Kapolres Blora, AKBP Saptono, Kamis (31/8/2017).

Dua tersangka berhasil ditangkap oleh petugas setelah disergap saat hendak melakukan transaksi di kawasan Jembatan Gabus, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Kapolres menuturkan, tersangka sebenarnya adalah kelompok jaringan pengedar narkoba yang kerap kali melakukan aksinya menjual narkoba di wilayah hukum Polres Blora bagian selatan, yakni Kecamatan Randublatung, karena dinilai jauh dari pantauan petugas.

Namun berkat kejelian petugas, dua tersangka yang berperan sebagi kurir yakni tersebut berhasil ditangkap. Transaksi mereka berhasil digagalkan saat akan melayani pembeli di wilayah Kecamatan Blora Kota dengan membawa empat paket hemat sabu.

Setelah berhasil menagkap dua kurir, petugas yang langsung melakukan pengembangan berhasil mengidentifikasi bandar narkoba di wilayah Randublatung. Tak perlu waktu lama, petugas kemudian juga berhasil menangkap Aris Haryanto di rumahnya di Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, Blora. Dari penggeledahan rumah tersangka, petugas mendapati 20 paket hemat sabu siap edar yang disimpan dalam bungkus rokok. Satu paketnya oleh tersangka dijual dengan harga Rp200 ribu.

Polisi juga mengamankan sedikitnya 24 paket sabu-sabu dari tiga tersangka yang masih satu jaringan tersebut dengan berat total berkisar antara 6 gram. Ketiga tersangka akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas empat tahun.

Polres blora juga berjanji akan mempeketat pengawasan terhadap lalu lintas perdagangan narkoba di Kabupaten Blora yang makin marak karena merupakan lokasi dengan topografi hutan.

 

Penulis : Priyo
Editor : Wahyu Setiawan