TOL SALATIGA: Tol Salatiga mulai dipadati pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat. (manteb.com/Tata Rahmanta-lbc)

SALATIGA, MANTEB.Com – Pada H-6 Lebaran, arus lalu lintas di Pintu Tol Salatiga sudah mulai dipadati pemudik.  Jajaran Polda Jawa Tengah memberikan pengamanan khusus, karena diprediksi H-3 akan menjadi puncak arus mudik di exit Tol Tingkir. Bila terjadi kekroditan atau kemacetan parah, petugas akan melakukan rekayasa arus lalu lintas.

Dari pantauan MANTEB.COM, arus lalu lintas di Pintu Tol Salatiga, mulai ramai lancar, dan para pemudik yang sudah melewati jalan tol fungsional Bawen – Salatiga. Kendaraan pemudik didominasi dari nomor luar kota, terutama dari Jakarta dan Jawa Barat.

Masih belum banyaknya pemudik, hingga waktu tempuh relatif lebih cepat. Rata-rata waktu tempuh dari Jakarta hingga pintu tol Salatiga, berikisar 10 hingga 12 jam.

Untuk pemudik yang melewati gerbang tol Salatiga, bisa ambil ke arah kiri untuk menuju Sragen dan Jawa Timur, melalui jalan alternative, adapun untuk belok kanan akan menuju jalan nasional arah Solo.

Jajaran Polda Jateng memberikan perhatian lebih pada pintu keluar Tol Salatiga. Tidak hanya itu, pintu keluar Tol Tingkir juga menjadi perhatian serius Polda Jateng, karena diprediksi bakal menjadi titik kemacetan arus lalu lintas.

Pasalnya, di ujung tol Bawen-Salatiga itu, terdapat ruas jalan Tingkir-Suruh-Karanggede dan Sragen, yang memiliki jalur sempit serta arus yang padat.

“Kami memprioritaskan pada jalur pintu keluar tol ini (Tingkir-red), karena memiliki jalur yang sempit serta arus padat antara menuju Suruh-Sragen atau sebaliknya. Bila terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan,” jelas Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Indrajit.

Sementara sekitar jalur Tingkir-Suruh akan disiapkan jalur-jalur alternatif bagi warga lokal untuk menghindari kemacetan di sekitar exit tol Salatiga.

​Penulis: Tata Rahmanta

Editor: Lukas Budi