(situs liyangan/dok)

TEMANGGUNG, MANTEB.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung terus berupaya melakukan pengembangan untuk menguak keberadaan situs Liyangan baik segi sejarah dan maupun wisata. Untuk tahun ini, Pemkab Temanggung mengalokasikan dana Rp 320 juta untuk hal tersebut.

Anggaran dana sebesar Rp 320 juta dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) tahun 2017 itu rencananya akan digunakan dalam dua tahap. Yakni untuk melanjutkan proses ekskavasi yang akan dilakukan oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah pada pertengahan tahun 2017.

Dua instansi itu selama ini telah menangani proses ekskavasi dan telah menghasilkan beberapa temuan yang cukup banyak. Karena dari temuan itu banyak terkuak fakta tentang kehidupan di situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo pada masa lampau.

Dari dana Rp 320 juta tersebut akan digunakan untuk melanjutkan proses ekskavasi di lokasi situs Mataram Kuno Liyangan yang diperkirakan ada pada abad ke-6 dan 10 masehi. Sedangkan dana Rp 320 juta akan digunakan untuk sektor pendukung seperti pembangunan shelter atau atap pelindung di empat titik, tempat ditemukannya benda-benda purbakala yang memiliki nilai sejarah tinggi, namun rentan mengalami kerusakan.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto, ekskavasi di situs Liyangan sangat diperlukan. Karena situs tersebut peninggalan zaman purbakala yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi tinggi. Bahkan, situs Liyangan merupakan temuan yang langka karena berupa komplek pemukiman kuno. Selain ditemukan bangunan suci berupa candi untuk pemujaan, juga ada komplek pertanian kuno hingga area pertanian kuno.

“Dengan diadakannya shelter atau rumah-rumahan meskipun tidak permanen, itu sudah bisa melinidungi. Dari sisi view serta untuk kebutuhan rekreasi dan pengamanan bisa tercapai,” kata Didik, Selasa (28/3/2017).

Namun demikian dana Rp 320 juta masih dirasa sangat kecil, mengingat potensi Liyangan yang sangat besar baik dari sisi sejarah maupun potensi wisata. Pemkab Temanggung sendiri menyadari jika mengembangakan Liyangan butuh bantuan dari instansi terkait di luar Temanggung seperti BPCB maupun Balar. Hal tersebut dikarenakan dana alokasi untuk Liyangan dari Pemkab masih sangat terbatas.

 

Penulis : Rahardian Setiawan

Editor : Wahyu Setiawan