GELAR PERKARA: Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman dalam gelar perkara pembunuhan di Mapolres Sragen, Selasa (8/8/2017)

SRAGEN, MANTEB.Com – Setelah bekerja keras selama empat hari, tim khusus anti bandit yang dibentuk Polres Sragen  berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis di hutan kedawung sragen. Selanjutnya polisi akan menarik benang merah otak pelaku pembunuhan dengan kedok pencurian dengan kekerasan.

baca juga : Fakta-fakta Terkuaknya Misteri Pembunuhan di Hutan Karet Kedawung

Bertempat di halaman Mapolres Sragen, WD satu dari  dua orang pelaku pembunuhan sadis di hutan Kedawung Sragen diperlihatkan di depan media oleh Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman. Sementara pelaku lainnya meski data sudah ada di tangan, namun belum disebutkan oleh Kapolres untuk kepentingan penyelidikan. Kapolres berjanji untuk mengungkap benang merah otak di belakang peristiwa pembunuhan sadis ini.

Beberapa barang bukti di tempat kejadian diperlihatkan, antara lain mobil Luxio putih, satu sepeda motor, serta beberapa barang milik korban seperti pakaian dan dompet yang berisi tujuh ATM  serta kartu identitas pelaku. Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menegaskan, pasca terjadinya pembunuhan tersebut, tim khusus anti bandit langsung bergerak mencari pelaku. Dalam tempo empat hari, satu dari  dua pelaku telah tertangkap. Dari penangkapan ini, Polres Sragen terus bergerak melakukan penyelidikan.

“Setelah terjadi peristiwa tersebut, tim khusus anti langsung bergerak melacak pelaku, dan sementara itu satu pelaku berhasil kita amankan.”Ujar Kapolres.

Seperti diketahui perampokan yang mengakibatkan warga Kramat Jegu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Agus Budiono 59 tahun ditemukan tewas dalam kondisi terikat dan terlakban. Mayat budiono ditemukan warga di Dukuh Gondang RT 011 Desa/Kecamatan Kedawung Sragen pada Jumat  4 /8/2017 pagi. Kapolres meyebut modus para pelaku adalah pura-pura menyewa truk.

Korban Budiono memang bekerja sebagai sopir ekspedisi barang, usaha itu milik keluarga yang dibangun cukup lama. Saat itu korban memang mengantar barang berupa bawang putih dengan menggunakan truk Mitsubish. Hasil autopsi memastikan Budiono tewas karena kehabisan oksigen. Hasil autopsi itu sesuai dengan kondisi jenazah Budiono saat ditemukan warga, yakni mulut dan hidungnya dilakban warna hitam dan matanya juga diplester. Para pelaku pembunuhan sadis ini akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

 

Penulis : Safrudin
Editor : Widiyanto