TERSUNGKUR: Pemain Persis Solo, Dedi Cahyono tersungkur di lapangan setelah kepalanya dengan sengaja ditendang kiper Sragen United, Andi Setiawan. (manteb.com/lbc-way)

JAKARTA, MANTEB.Com – Ketidaksiapan Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Sragen United dalam menggelar pertandingan, mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Dalam sidang ketiga yang diadakan pada Rabu (10/5) di Kantor PSSI Jakarta, Komdis memutuskan untuk memberikan denda Rp 10 juta kepada Panpel Sragen United.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Komdis, Asep Edwin, lalu ada Wakil Ketua Umar Husin, dan para anggota yakni Yusuf Bachtiar, Dwi Irianto, Eko Hendro Prasetyo. Seperti dilansir www.pssi.org, dalam rilisnya, Komdis menilai Panpel Sragen United lalai dalam persiapan pertandingan, dan lambat dalam penanganan saat pemain Persis Solo saat cedera.

Sanksi ini diberikan atas surat protes yang dilayangkan manajemen Persis Solo melalui CEO klub, Michael Bimo Putranto dan Dedy M Lawe dengan menyertakan bukti autentik rekaman video yang direkam dalam dua kamera saat laga tersebut.

Saat pertandingan, pemain Persis, Dedi Cahyono mengalami cedera yang serius hingga tak sadarkan diri di lapangan. Dedi terjatuh di kotak penalti Sragen United, yang kemudian dengan sengaja kepalanya ditendang kiper Sragen United, Andi Setiawan.

Manajemen Persis menilai, Panpel tidak menyediakan alat medis yang memadai untuk pertandingan sekelas Liga 2. Saat Dedi tersungkur di lapangan, bahkan Panpel tidak menyiapkan sejumlah fasilitas medis berupa pacu jantung, dan pernafasan.

“Kami menyayangkan kesiapan dari Panpel, sampai hampir pemain kami (Dedi) itu kalau kita telat, bisa fatal. Karena posisinya langsung hilang kesadaran, sampai beberapa saat tidak bisa bernafas,” ujar Bimo saat jumpa pers di Mes Pemain Persis, Selasa (2/4) pagi. Beruntungnya menurut Bimo, lokasi stadion berdekatan dengan RSI Amal Sehat. Jadi ketika kondisi Dedi sudah tidak sadar, dia langsung dibawa ke rumah sakit.

Dalam sidang tersebut, Komdis juga menjatuhi beberapa sanksi lainnya terhadap Panpel, official, hingga pemain. Berikut putusan sidang Komdis PSSI, Rabu (10/5) :

  1. Panitia Pelaksana Pertandingan Sragen United dikenakan sanksi denda Rp 10.000.000 karena lalai dalam persiapan pertandingan, lambat dalam penanganan saat pemain Persis Solo cedera.
  2. Panitia Pelaksana Pertandingan Martapura FC dikenakan sanksi denda Rp 10.000.000 karena lalai dan kurang sigap dalam mengantisipasi salah seorang Panpel masuk ke teknikal area dan berusaha memengaruhi wasit saat tambahan waktu babak kedua.
  3. Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Bandung dikenakan sanksi denda Rp 30.000.000 karena penonton menyalakan flare, petasan dan melakukan pelemparan botol.
  4. Official Persewangi Banyuwangi Sdr Nanang Hidayat dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI selama enam bulan karena melakukan pemukulan terhadap terhadap wasit.
  5. Official Persip Pekalongan Sdr Moch C Maretan dikenakan sanksi berupa larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan dan denda Rp 10.000.000 karena melakukan percobaan penyerangan terhadap wasit namun dapat dicegah.
  6. Pemain Persibangga Purbalingga Sdr Amin Aksal dikenakan sanksi berupa larangan bermain di Liga 2 sebanyak dua kali dan denda Rp 10.000.000 karena melempar botol air mineral ke arah wasit cadangan.
  7. Panitia Pelaksana Pertandingan Persijap Jepara dikenakan sanksi denda Rp 10.000.000 karena penonton melakukan pelemparan botol ke arah bench pemain Persibangga Purbalingga.
  8. Panitia Pelaksana Pertandingan Persigo Semeru dikenakan sanksi denda Rp 10.000.000 karena penonton masuk hingga area sentel ban.

 

Penulis : Wahyu Setiawan