TERTAHAN DI PELABUHAN: Para penumpang mengantre dan masih tertahan di Pelabuhan Karimunjawa, Kamis (22/12/2016). (Manteb.com/dok Dian Ardiansyah-lbc)

KARIMUNJAWA, MANTEB.com – Pelayaran Karimunjawa menuju Jepara terhenti karena musim baratan. Akibatnya, ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara masih tertahan di Kepulauan Karimunjawa dan tidak bisa menyeberang.
Saat ini, ketinggian ombak di perairan Karimunjawa diperkirakan 2,5 meter hingga 3 meter yang berakibat tidak bisa bersandarnya kapal pengangkut penumpang seperti Kapal Ekspres Bahari dan Siginjai.

Dian Ardiansyah (30), salah satu wisatawan sekaligus warga Bangsri, Jepara, mengatakan, seharusnya dirinya sudah menyeberang sejak Rabu (21/12/2016), bersama ratusan penumpang. Namun, karena musim baratan dan ketinggian ombak tersebut tidak memungkinkan kapal untuk sandar di Pelabuhan Karimunjawa.

“Pada Senin-Selasa (19-20/12/2016), kapal masih bisa bersandar dengan perkiraan sekitar 800 penumpang untuk dua hari itu, walaupun ombak sudah tinggi. Tapi setelah Rabu, sudah tidak bisa lagi, karena pelayaran dihentikan agar tidak berisiko pada kecelakaan laut,” ujar Dian kepada MANTEB.com, Jumat (23/12/2016).

Dia mengatakan, saat ini dia bersama ribuan penumpang lainnya masih tertahan di Karimunjawa dan tidak tahu sampai kapan pelayaran kembali normal.

“Masalah cuaca memang kami memaklumi. Saat ini masih belum ada kabar kapan bisa menyeberang ke Jepara. Kapal Ekspres posisi di Karimunjawa, adapun Siginjai di Jepara,”imbuh bapak tiga anak ini.

Dia menuturkan, para wisatawan tersebut kembali ke homestay dan hotel masing-masing, sembari menunggu izin pelayaran dari syahbandar setempat.

“Kami harus menunggu sampai ada izin pelayaran dari syahbandar di Jepara,”ucapnya.

Penulis: Lukas Budi