DUO AGUNG: Duo Agung yang dimiliki Persis Solo, (kiri) Agung Supriyanto sebagai striker, (kanan) Agung Prast sebagai kiper. (manteb.com/dok official.persissolo-way)

SOLO, MANTEB.Com – Persis Solo berhasil menggeser posisi PSIS Semarang di puncak klasemen sementara Grup 4 Liga 2 berkat kemenangan telak 4-0 atas tamunya Persipur Purwodadi, Minggu (13/8/2017). Empat gol Persis masing-masing dicetak Bayu Nugroho, Rudiyana, M Wahyu, dan pemain anyar mereka Agung Supriyanto.

Khusus untuk Agung, golnya ke gawang Persipur menandai dua golnya berturut-turut dalam dua partai awalnya bersama Persis. Agung resmi didatangkan ke Kota Bengawan pada Rabu (2/8/2017). Kehadirannya sekaligus bisa menjadi pengganti ketika penyerang Persis lainnya, Joko Prayitno tengah dihantam cedera.

baca juga : Resmi, Persis Rekrut Agung Supriyanto

Namun dalam dua laga awalnya, sosok Agung bukan hanya menjelma sekadar sebagai pengganti Joko. Dua golnya menjadi bukti bahwa pemain ini dengan cepat mampu beradaptasi dengan tim. Pelatih Persis, Widyantoro pun mengakui hal tersebut.

“Agung, ya Alhamdulillah cepat beradaptasi,” tutur Widyantoro, dalam jumpa pers seusai laga melawan Persipur.

Bermain selama 34 menit dalam laga perdananya melawan Persiba Bantul, pemain berusia 25 tahun tersebut berhasil mencetak gol semata wayang Persis. Kemudian dalam laga keduanya, Widyantoro mencobanya sejak menit awal laga, hingga usai.

baca juga : Lakoni Debut, Agung Cetak Gol Kemenangan Persis atas Persiba Bantul

Dua laga yang ia jalani ternyata sudah bisa menyihir hati Widyantoro. Pelatih asal Magelang tersebut memuji penampilan Agung yang menurutnya memiliki screening ball yang bagus. Eks pemain Persijap Jepara tersebut juga disebut memiliki tembok bagus saat menguasai bola.

“Agung punya screening ball, punya tembok yang cukup bagus,” puji Widyantoro.

Kini dengan hadirnya Agung, membuat lini depan Persis semakin bervariasi. Serangan-serangan Persis yang dikenal cepat menyisir dari sisi sayap, kini dengan bermainnya Agung seakan membuat nuansa baru dengan tembok bolanya yang dianggap Widyantoro ciamik. Agung juga terlihat lebih sering membagi bola untuk membuka ruang bagi pemain lainnya.

“Dengan kehadiran Agung, tentunya sangat membantu tim dalam arti kita punya tiga striker itu tipenya sama semua, pelari-pelari semua. Nah Agung ini punya tembok dan screening ball,” tutur Widyantoro.

Jika Agung Supriyanto disebut Widyantoro memiliki tembok dan screening ball yang bagus, lain halnya dengan Agung Prasetya. Penjaga gawang Persis tersebut terbukti menjadi tembok terakhir yang membuat Persis kini hanya kemasukan empat gol, belum termasuk laga melawan PSIR Rembang yang masih belum dilanjutkan.

Dalam sembilan laga yang dijalani, bahkan Agung Prast berhasil mencetak lima kali clean sheat. Torehan kebobolan empat gol juga menyamai rekor PSIR, yang menjadi tim dengan jumlah kemasukan paling sedikit di Grup 4.

Jumlah gol yang masuk ke gawangnya pun tak pernah lebih dari satu biji. Sebuah rekor yang terbilang cukup ciamik di tengah persaingan Liga 2 yang terbilang ketat.

Hingga laga-laga ke depan, Agung Prast diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama Widyantoro untuk menjaga tembok terakhir Persis. Tercatat pemain bernomor 22 tersebut hanya absen kala Persis melakoni ‘Derby Jateng’ melawan PSIS Semarang, Kamis (6/7/2017), itu pun karena mengalami cedera.

Pun dengan Agung Supriyanto, kemungkinan menit bermainnya akan semakin bertambah jika penampilannya konsisten dengan tembok dan screening ball yang bagus.

 

Penulis : Wahyu Setiawan