Ilustrasi (manteb.com/Prima Kusuma)

 

SEMARANG, MANTEB.COM – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, menindak 47 personel dan dua PNS di jajaran Polda Jateng yang terlibat pungutan liar, Senin (7/11/2016). Pencopotan hingga proses secara hukum menjadi hukuman bagi personil yang terlibat pungli.

“Sanksi pertama kita copot dari jabatan tempat dia berada. Ini bukan hanya di layanan administrasi saja, juga di jalan, di pos, langsung dicopot dan diproses,” tegas Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Pihaknya telah menindak 44 bintara, tiga perwira dan dua PNS di jajaran Polda Jateng. Sampai saat ini, pihaknya terus melakukan operasi-operasi penertiban oknum polisi nakal. Samsat Drive Thru menjadi cara pencegahan aksi pungli. Saat ini program Samsat Drive Thru baru ada di dua daerah di Jawa Tengah.

“Keberadaan Samsat Drive Thru sejauh ini baru ada di Semarang dan Magelang. Nantinya akan dikembangkan di sejumlah daerah,” terangnya.

Saber pungli juga merupakan cara pencegahan terjadinya pungli, namun untuk tingkat kabupaten/kota pembuatannya sedang diproses. Sedangkan di tingkat provinsi, sedang disepakati untuk ditandatangi gubernur.

“Kami bekerja sama dengan Kepala Dinas Pendapatan di provinsi memperbanyak layanan seperti ini, untuk mencegah pungli dan percaloan,” jelasnya.

Menurut Kapolda Jawa Tengah, pembayaran pajak melalui Samsat Drive Thru memiliki banyak keuntungan. Bagi Masyarakat yang hendak mengurus pajak, tidak perlu turun dari kendaraan, cukup menunjukan BPKB, STNK, KTP dan biayanya langsung terlihat di monitor.
Penulis : Tribrata News Polda Jateng
Editor : Lukas Budi Cahyono