LAUT SURUT : Ketika air laut sedang surut, pengunjung dapat menyambangi Batu Layar, di Pantai Watu Lumbung, Gunung Kidul, Yogyakarta. (manteb.com/tegar-dok)

 

YOGYAKARTA, MANTEB.COM – Tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta selalu jadi sorotan bagi wisatawan. Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu bagian dari Provinsi DIY, terus mengalami peningkatan di sektor pariwisata.

Bentang alam Kabupaten Gunungkidul berupa pegunungan, dengan dominasi bebatuan kapur yang terjal. Unsur dalam tanah yang banyak dipengaruhi batuan ini, membuat air hujan sulit tersimpan. Akibatnya air hujan terus mengalir kebawah tanah, membentuk sungai-sungai bawah tanah. Ini mengakibatkan lahan penduduk menjadi sangat kering, terlebih di saat musim kemarau. Upaya penyedotan banyak dilakukan namun belum sepenuhnya membuahkan hasil.

Penduduk Gunungkidul mulai menggali potensi lain, terutama si sektor pariwisata. Berkat usaha kelompok sadar wisata (Pokdarwis), banyak potensi wisata yang mulai tergali dan membantu perekonomian penduduk sekitar. Tak jarang kita banyak mendengar, banyak tempat wisata baru di kabupaten ini. Beberapa tempat berikut ini merupakan tempat-tempat yang kami rekomendasikan, bagi pembaca yang hendak berwisata ke Gunungkidul.

Wisata Pantai
Gunungkidul memiliki deretan pantai yang mempesona. Setiap akhir pekan dan hari libur pantai-pantai ini selalu ramai pengunjung. Karakteristik yang mencolok antara pantai Gunungkidul dengan pantai lain di Yogyakarta adalah adanya pasir putih, Tebing Karang dan koral yang masih sangat dijaga.

Bagi pengunjung yang hendak menuju pantai-pantai ini dapat menempuh jalur Yogyakarta-Patuk-Wonosari. Setelah sampai Kota Wonosari, pengunjung dapat menuju arah selatan, sambil mengikuti papan petunjuk yang telah banyak terpampang. Situs www.jogja.co mencatat terdapat sekitar 102 pantai di Gunungkidul, yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Saptosari, Panggang, Purwosari, Tanjungsari, Tepus, Girisubo.

Drini 1

Bermain : Pantai Drini mejadi salah satu pantai favorit untuk bermain air. (manteb.com/tegar-dok)

Beberapa pantai selalu ramai pengunjung. Fasilitas seperti gazebo, restoran, tempat mandi cuci kaki, bahkan penginapan sudah tersedia. Pantai Baron, Kukup, Drini, Sepanjang, Sundak, Pok Tunggal, Indrayanti, Siung dan Wediombo merupakan contoh pantai dengan pelayanan lengkap. Pemandangan alam yang indah, dibarengi pengelolaan yang intens menjadikan pantai-pantai ini favorit tujuan liburan.

Berbanding 180 derajat, beberapa pantai lain justru masih sunyi dan jauh dari keramaian. Minimnya fasilitas dan akses jalan yang cukup menantang, mengharuskan pengunjung untuk bersiap lebih ekstra. Walau begitu pantai jenis Ini justru sangat cocok bagi pengunjung yang hendak berkemah, mengadakan makrap (malam keakraban) atau sekedar mencari ketenangan. Keindahan pantai-pantai sunyi ini juga tak kalah dibanding pantai-pantai yang lebih terkenal. Pantai Watu lumbung, Sedahan, Greweng, Jungwok adalah beberapa contoh pantai yang masih tergolong alami dan tersembunyi.

Walaupun bertetangga dan hanya di batasi bukit-bukit karang, namun tiap pantai memiliki kekhasan tersendiri. Pantai Siung, terdapat tebing-tebing yang banyak dimanfaatkan untuk olahraga panjat tebing. Pantai Indrayanti, terkenal akan pasir putihnya dan gazebo-gazebo yang menawarkan makanan khas laut. Di Pantai Ngobaran, terdapat pura yang cukup besar. Suasana di pantai ini hampir mirip dengan pantai-pantai di Pulau Dewata Bali. Pantai Watu Lumbung, menawarkan suasana perbukitan hijau dan karang yang berbentuk layar, sangat cocok bagi kegiatan berkemah.

Jika hendak bermain air di pantai Gunungkidul, wisatawan dapat berkunjung di pagi atau siang hari. Saat itu pantai akan pasang dan sangat memungkinkan untuk bermain air. Namun dimohon untuk berhati-hati jangan bermain air terlalu jauh dari bibir pantai. Gelombang air laut yang kuat bisa menghanyutkan dan menenggelamkan pengunjung. Di sore menuju senja air laut akan surut, pengunjung akan kesulitan untuk bermain air namun justru pengunjung dapat melihat trumbu karang dan dapat melihat mata hari terbenam.

Goa pindul
Salah satu tempat wisata Gunungkidul yang sempat boming pada tahun 2010 lalu adalah Goa Pindul. Tempat wisata ini terletak di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata yang berada di aliran Sungai Oya ini menawarkan perjalanan susur goa.

xplorewisatadotcom2

BERIRINGAN : Untuk memasuki Goa Pindul, pengunjung harus masuk beriringan menggunakan ban (ilustrasi)

Nama Goa Pindul diambil dari kata “Pipi Kebendul”, atau dalam bahasa Indonesia berarti pipi terbentur. Ini mengacu pada cerita rakyat setempat tentang Joko Singlulung. Diceritakan Joko Singlulung harus berjalan menelusuri hutan lebat dan mencari ayahnya. Dalam perjalanan tersebut, Joko Singlulung harus memasuki 7 goa yang memiliki aliran sungai bawah tanah. Saat sedang menyusuri salah satu goa tanpa sengaja pipinya terbentur sebuah batu besar. Sejak saat itu goa tersebut dinamai “Pindul”.

Biaya untuk masuk goa Pindul adalah Rp35.000,00 per-orang, sudah termasuk guide, dan peralatan susur goa seperti pelampung dan ban/tubing. Pengunjung akan diajak menyusuri goa, dengan panjang 350 meter selama 40-60 menit. Kedalaman goa pindul sangat bervariasi, mulai dari 1-12 meter. Didalam goa pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah stalagmite dan stalagtit.

Kondisi gelap total akan menemani setiap pengunjung kala berada di pertengahan goa. Walau begitu tak perlu khawatir, petugas pengelola akan membagikan headlamp atau senter pada para pengunjung. Dalam kegelapan total seperti ini mahkluk hidup yang mampu bertahan hanyalah ikan-ikan kecil, kelelawar dan burung sriti. Menjelang akhir perjalanan pengunjung akan menemukan satu ruangan luas dengan lubang besar di langit-langitnya. Lubangini sekaligus tembus ke luar goa dan membuat cahaya matahari masuk. Spot ini menjadi favorit bagi penyuka fotografi karena cahaya matahari yang masuk ke celah goa menghadirkan kesan yang indah.

Goa pindul tidak dapat disusuri menggunakan sampan atau perahu karet. Ini sangat berbeda dengan wisata green canyon yang ada di pangandaran yang dapat ditelusuri menggunakan sampan. Di goa pindul terdapat sebuah celah sempit yang hanya dapat dimasuki dengan menggunakan satu ban/tubing. Tidak ada jalan lain untuk menelusuri selain melewati celah tersebut.

Gunung Api Ngelanggeran
Wisata lain yang tak kalah seru adalah pendakian Gunung Api Purba Ngelanggeran. Lokasinya terletak di Desa Ngelanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Dinamakan Gunung Api Purba karena terbentuk oleh pembekuan magma yang terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Gunung ini tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi.

Nama Ngelanggeran sendiri berarti ngelanggar atau melanggar. Pemberian ini erat kaitannya dengan legenda masyarakat sekitar tentang sebuah bukit tempat menghukum warga desa yang ceroboh merusak wayang. Di kisahkan penduduk desa sekitar mengundang seorang dalang untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen. Akan tetapi para warga desa mencoba merusak wayang si dalang. Dalang yang murkapun mengutuk warga desa menjadi sosok wayang dan dibuang ke Bukit Nglanggeran.

embung nglanggeran

SENJA : Pengunjung dapat menyaksikan sunset saat senja dari Embung Ngelanggeran. (manteb.com/tegar-dok)

Gunung dengan ketinggian sekitar 700 mdpl ini memiliki bebatuan besar yang menjulang tinggi dengan corak garis-garis. Perjalanan menuju puncak Gunung tidaklah sesulit mendaki Gunung Andong ataupun Lawu. Walau begitu pengunjung harus behati-hati terlebih kala melewati celah-celah batuan yang sempit. Tersedia juga alat bantu berupa tali-tali pengaman saat harus menaiki batuan-batuan besar.

Jika cuaca cerah pengunjung akan disuguhkan pemandangan ribuan bintang yang begitu indah di malam hari. Pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan kota jogja dari kejauahan berupa gemerlap lampu-lampu kota. Moment ini sering di manfaatkan oleh para pecinta fotografi untuk mengabadikan pemampakan milky way sekaligus gemerlap lampu Kota Jogja.

Dengan jarak tempuh hanya dua jam banyak pengunjung yang melakukan pendakian di waktu subuh. Salah satu daya tarik pengunjung adalah menyaksikan matahari terbit dari Puncak Ngelanggeran. Selain itu terlihat pula dari puncak sebuah embung di atas bukit dengan warna air nya yang jernih. Embung tersebut adalah Embung Ngelanggeran yang merupakan proyek pengembangan desa setempat.

 

Penulis : Tegar Pambudi
Editor : Lukas Budi Cahyono