SOLO, MANTEB.com – Final ideal Piala Bhayangkara 2016 mempertemukan Persib Bandung versus Arema Cronus. Kedua kesebelasan merupakan barometer kekuatan sepak bola Indonesia dengan diperkuat beberapa nama pemain bintang.

Partai final akan dipentaskan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Minggu (3/4/2016). Pertemuan final keduanya memang sudah diprediksi beberapa kalangan. Menilik sejarah pertemuan keduanya, laga tersebut merupakan pertandingan ke-32.

Persib boleh bangga karena memiliki rekor kemenangan 15 kali, sementara Arema hanya bisa menang 11 kali, adapun sisanya berakhir imbang.

Satu hal yang menarik dari pertemuan itu adalah sebagian besar selalu menghasilkan gol. Satu-satunya pertandingan yang berakhir dengan skor kacamata terjadi di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009/2010, pada 19 Desember 2009.

Tercatat, dari 31 laga, ada 67 gol yang tercipta. Artinya setiap laga menghasilkan rata-rata 2,1 gol. Striker Persib, Sutiono Lamso menjadi pencetak gol terbanyak dengan lima gol. Sementara Arema mencatatkan nama Gustavo Lopez dengan tiga gol.

Kedua tim melaju ke partai puncak setelah di semifinal sama-sama menyingkirkan lawan dengan skor 1-0. Arema dengan kerja keras membungkam kandidat juara Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (31/3/2016).

Adapun Persib dipaksa menang tipis atas tim kuda hitam Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (30/3/2016).

Lalu, bagaimana pertandingan ke-33 di final Piala Bhayangkara 2016? Persib atau Arema yang lebih unggul dan menggenggam title jawara. Kita tunggu.

Penulis/Editor: Lukas Budi Cahyono