BUDAYA NUSANTARA: Para santri Pondok Pesantren Modern Assalam menampilkan beragam kesenian Nusantara dalam acara Mahakarsa 631, Minggu (30/7/2017) malam. (manteb.com/safrudin-way)

SUKOHARJO, MANTEB.Com – Ratusan santri Pondok Pesantren Modern Assalam Pabelan menampilkan aksinya dalam pentas seni kolosal bertajuk Mahakarya Santri 631, Minggu (30/7/2017) malam. Para santri tampil dengan mempertunjukkan hasanah seni budaya di Nusantara dengan berbagai corak ragamnya.

Acara yang digelar di lapangan Pondok Pensantren Modern terasa meriah dengan panggung besar serta tata lampu yang artistik. Seperti sudah menjadi tradisi, pimpinan pondok pesantren memberikan ruang kreativitas bagi para santri untuk tampil dengan berbagai corak ragam seni dan budaya.

Setelah simbolis dibuka dengan pelepasan balon dan pesta kembang api, satu demi satu penampilan santri didukung tata lampu yang artistik membuat penonton antusias. Parade seni para santri diawali oleh penampilan tari dari Kalimantan, disambung Tari Piring dari Sumatera Barat. Kemudian dilanjutkan Tari Jathilan yang khas dengan kuda lumpingnya, tarian dari Papua, dan Tari Saman khas Aceh.

Ketika semua sudah berada di atas panggung, mereka menari bersama dengan iringan Musik Waka Waka. Menjelang akhir, penampilan orkestra dengan lagu nasional Tanah Airku mampu memukau para penonton.

Pentas seni ini ditampilkan oleh para santri dengan motor penggerak adalah santri kelas 6 angkatan ke-31 di Pondok Pesantren Assalam. Mereka adalah santri-santri yang telah memasuki tahun terakhir atau setingkat kelas 3 SMA.

Untuk ikut menyikapi tragedi kemanusiaan di Palestina, pentas seni juga menyisipkan aksi keprihatinan terhadap bangsa Palestina.

Ketua penyelenggara pentas seni mahakarya siswa, Teguh Santoso, dalam sambutannya menyatakan tema yang diambil adalah peran santri untuk negeri, untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih baik.

“Ialah moto kami para santri untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih baik berdasarkan Alquran dan sunah,” kata Teguh.

Sementara itu Arkhanudin Budiyanto mewakili pimpinan pondok pesantren menyebut para santri jangan sampai miskin kreativitas. Menurutnya dengan kekayaan kreativitas maka akan membuat semuanya menjadi mudah.

“Jadi meskipun santri itu miskin dana, tapi InsyaAllah tidak miskin kreativitas. Jadi anak-anak Assalam InsyaAllah tidak miskin kreativitas,” tutur Budiyanto.

Kegiatan Mahakarsa merupakan puncak kegiatan santriwan kelas 6 yang merupakan akhir dari kegiatan ekstra-kurikuler. Untuk selanjutnya mereka menyelesaikan tugas-tugas akademik menjelang kelulusan dari Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam.

 

Penulis : Safrudin
Editor : Wahyu Setiawan