(ilustrasi/tbc)

WONOGIRI, MANTEB.com РAngka penderita Tuberkulosis (TBC) di daerah Kabupaten Wonogiri tergolong cukup tinggi di wilayah Jaten. Hingga akhir 2016 lalu, jumlah penderita penyakit tersebut tercatat ada 754 orang, di mana 301 orang di antaranya sebagai penderita baru. Sementara itu, angka suspect TBC sekitar 3.032 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Mubarok, mengungkapkan bahwa posisi Wonogiri di Jawa Tengah menampati ranking 15 besar dalam hal jumlah kasus TBC. Khusus di tahun 2016 lalu, DKK menemukan ada 301 orang penderita baru.

Menurut Mubarok, yang lebih memprihatinkan lagi dari angka tersebut, 18 orang penderita masuk klasifikasi TBC kebal obat atau Multi Drug Resistant (MDR).¬† “Lima orang pasien di antaranya meninggal dunia, masing-masing warga Jatisrono, Jatipurno, Selogiri, dan warga Kecamatan Wonogiri Kota satu orang,” papar Mubarok. Pendataan pengidap TBC di daerah Wonogiri dilakukan jajaran DKK bersama Puskesmas di masing-masing daerah sejak tahun 2010 hingga 2016.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penderita TBC, penderita mendapatkan pengobatan gratis. Padahal biaya pengobatan pasien hingga sembuh dibutuhkan waktu sekitar dua tahun tanpa henti dengan biaya senilai Rp 200 juta per orang.

Menurut Mubarok, kasus TBC di Wonogiri ditekan agar tidak terus berkembang. Jajaran DKK dan kepala Puskesmas setempat gencar mengampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo. Realisasi di lapangan, terang mubarok, DKK memerintahkan setiap Puskesmas melakukan uji laborat bagi warga setempat yang mengalami batuk lama dan tidak sembuh-sembuh.

 

Penulis : Wisnu Tripranoto

Editor : Wahyu Setiawan