KARNAWAL: Karnaval budaya puncak acara Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental 2017 di Kota Solo, Minggu (27/8/2017)

SOLO, MANTEB.Com – Karnaval budaya dengan menampilkan keanekaragaman seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, menjadi acara puncak dalam rangkaian acara Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental 2017 di Kota Solo. Karnaval yang digelar di Jalan Slamet Riyadi dan panggung utama di Jalan Sudirman ditutup dengan drama kolosal yang bertema anti perpecahan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Memanfaatkan momentum arena Car Free Day (CFD) Minggu (27/8/2017) pagi,  panitia Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2017  menggelar acara karnaval budaya yang cukup meriah. Dengan mengambil start dari kawasan stadion sriwedari, iring iringan peserta menyusuri Jalan Slamet Riyadi dengan menampilkan beraneka ragam corak budaya di Indonesia.

Diawali oleh marching band Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), iring-iringan peserta dari berbagai daerah menyapa ribuan penonton yang berada di pinggir jalan. Seperti biasanya di setiap karnaval budaya para pejabat ikut serta dalam iring iringan. Dalam acara ini Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri menaiki andong, disusul Walikota Surakarta dan pejabat lainnya.

Meski panitia berusaha menghadirkan corak budaya dari berbagai daerah, namun sebagian besar peserta tetap datang dari Kota Solo, seperti dari Sanggar Seni Metta Budaya, Sanggar Surya Sumirat dan instansi pemerintah di Kota Solo, seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup.

Puncak penampilan para peserta karnaval berlangsung di depan panggung utama yang dibangun di depan Kantor Pos Besar Kota Solo. Satu-persatu peserta menampilkan aksinya di hadapan panggung utama.

Puncak kegiatan karnaval kali ini adalah penampilan drama kolosal dari Sanggar Seni Moncar. Drama kolosal kali ini bertemakan persatuan, dengan membawa pesan anti perpecahan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

(Penampilan drama kolosal anti perpecahan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika)

Seniman Suprapto Suryodarmo membuka drama dengan membacakan puisi sebagai inti cerita yang menjelaskan tentang tekat seluruh rakyat Indonesia saat ini, agar anti terhadap provokator yang membawa kepada perpecahan dan diskriminasi.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memberi apresiasi atas pesan yang disampaikan dalam drama kolosal kali ini.

“Drama ini menggambarkan bagaimana kita yakin, bahwa kebhinekaan negara ini harus dipelihara dengan selalu menjaga ideologi negara yaitu Pancasila. Saya yakin masyarakat akan semakin tergugah dengan pesan pesan seperti ini,” tandas Rudi di sela acara penutupan.

Sementara usai berlangsungnya karnaval langsung digelar upacara penutupan PKN Revolusi Mental 2017 yang berlangsung di Solo 25 – 27 Agustus 2017. Mewakili Mendagri Cahyo Kumolo, Dirjen Politik Dan Pemerintahan Umum Kemendagri Mayor Jendral Sudarmo secara simbolis menutup acara dengan pemukulan kentongan.

“Tadi selain pembacaan deklarasi Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2017, juga disepakati pelaksanaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018 akan berlangsung di Manado Sulawesi Utara” Ujar Mayjen Sudarmo

 

Penulis: Safrudin
Editor: Widiyanto