(ilustrasi gabah)

PATI, MANTEB.com – Curah hujan tinggi ditambah dengan kondisi banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Pati beberapa waktu lalu membuat kualitas gabah petani terbilang tak baik. Buruknya kualitas ini menyebabkan harga gabah di pasaran anjlog.

Untuk menjaga keseimbangan harga hasil panen, Satuan Kerja Sub Divre Bulog Pati mulai melakukan penyerapan langsung ke petani. Selain sebagai upaya mengerek harga gabah, penyerapan juga dilakukan untuk menambah stok di gudang Bulog.

Nodo, Satuan Kerja Pengadaan Bulog Sub Divre Pati mengatakan, untuk penyerapan sesuai dengan ketentuan Impres  Nomor 5 Tahun 2015. Jika ini memenuhi syarat dengan kadar air maksimal 25% dan kotoran TA lebih dari 10%, maka gabah tersebut dibeli dengan kisaran harga Rp 3.700 per kilonya. Namun jika tidak sesuai ketentuan Impres tersebut, maka paling rendah harga gabah dibeli dengan kisaran harga Rp 3.200 per kilonya.

Salah satu petani mengaku penyerapan yang dilakukan oleh Bulog telah membantu para petani. Pasalnya dengan kualitas yang sama, para tengkulak hanya membeli gabah petani dengan kisaran harga Rp 2.200 hingga Rp 2.500 per kilogram.

Lebih lanjut jika  hasil panen petani sesuai Impres Nomor 5 Tahun 2015, maka pihaknya akan memebeli gabah tersebut maksimal 116 ton. Dengan demikian harapan para petani untuk kembali di masa tanam MT2 akan lebih semangat.

 

Penulis : Agus Atha

Editor : Wahyu Setiawan