BERI KETERANGAN: Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan terkait penyerahan diri kedua tersangan Diksar Mapala UII, Senin (22/5/2017) siang. (manteb.com/johanes-way)

KARANGANYAR, MANTEB.Com – Selang sehari setelah tiga tersangka berinisial TA, NA, dan HS dijemput paksa oleh polisi, dua tersangka lain kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan tiga peserta Diksar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akhirnya menyerahkan diri, Senin (22/5/2017) siang.

TN dan DK mendatangi Mapolres Karanganyar dengan didampingi tim kuasa hukum. Begitu tiba, keduanya langsung dibawa ke ruang penyidik Satreskrim Polres Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan.

“Atas nama TN dan DK saat ini akan kita mintai keterangan dulu atas kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak kekerasan yang terjadi,” ungkap Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Dengan perkembangan ini, berarti keseluruhan dari total enam tersangka kasus dugaan penganiayaan ini sudah ditemukan keberadaannya. Kepada wartawan, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengapresiasi langkah para tersangka untuk mendatangi Mapolres Karanganyar. Dengan ini, maka proses pemeriksaan para tersangka bisa segera dilakukan sehingga kasus ini bisa segera dituntaskan.

Sementara tim kuasa hukum para tersangka, Achiel Suyanto, memberikan konfirmasi mengenai keberadaan satu tersangka terakhir yakni RF, yang saat ini masih berada di kampung halamannya di Makasar, Sulawesi Selatan. Namun RF belum bisa memenuhi panggilan polisi karena saat ini dalam kondisi sakit. Melalui tim kuasa hukum, RF berjanji akan datang ke Mapolres Karanganyar setelah sembuh.

Achiel mengaku klien-kliennya tidak pernah bermaksud mangkir dari panggilan penyidik. Menurutnya, para tersangka tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena surat panggilan terlambat diterima oleh para tersangka.

“Kita siap (diperiksa), tidak ada masalah. Saya sudah menyiapkan mental mereka,” ujar Achiel, saat ditemui di sela-sela mendampingi TN dan DK menjalani pemeriksaan di Mapolres Karanganyar.

Namun begitu, pihaknya tetap menghargai proses penyidikan dan berjanji akan mengikuti setiap alur pemeriksaan. Tim kuasa hukum juga telah menyiapkan surat permohonan agar para tersangka tidak ditahan.

 

Penulis : Johanes Sandy

Editor : Wahyu Setiawan