CEK KONDISI: Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wabup Rohadi Widodo, dan Danrem 074/Warastratama Maruli Simanjuntak saat meninjau kondisi terkini bendungan darurat Tlobo, Jatiyoso, Karanganyat, Rabu (8/6/2016). (manteb.com/Lukas Budi Cahyono-lbc)

KARANGANYAR, MANTEB.com – Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Wabup Rohadi Widodo, dan Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Maruli Simanjuntak, mengecek perkembangan pembenahan bendungan darurat di Jlatah, Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Rabu (86/2016).

Bupati Juliyatmono mengatakan, pada 2013, Bendungan Jlatah Tlobo, tersebut jebol. Kerusakan bendungan tersebut berpengaruh pada pengairan terhadap 205 hektare sawah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso dan Desa Jatiwarno, Kecamatan Jatipuro.

“Pembangunan bendungan darurat tersebut harus dilakukan untuk kepentingan masyrakat di desa tersebut. Pembenahan ini didukung penuh Danrem dan jajaran sehingga bisa dibangun secara darurat,” jelas Juliyatmono kepada MANTEB.com.

8fbendung5_kra copy

Bupati menuturkan, pembangunan bendungan darurat ini bermula dari laporan masyarakat yang membudidayakan lele ke Danrem 074/Warastratama. Dari laporan tersebut, Danrem dan jajaran berkoordinasi langsung dengan Pemkab Karanganyar dalam hal ini Bupati dan Wabup.

“Laporan tersebut langsung kami respons bersama. Pemkab bergandengan dengan TNI membangun secara darurat untuk kepentingan masyrakat.Sementara, pembuatan bendungan dibuat dari bronjong dan membentang dari kedua sisi sungai,”tandas Bupati.

8fbendung3_kra copy

Pekerjaan membangun bendungan tersebut dimulai 1 Juni 2016, atas dukungan dari Korem 074/Warastratama, Pemkab Karanganyar, dan masyarakat sekitar, membangun kembali bendungan baru dengan menggunakan konstruksi bronjong dan dikerjakan dengan gotong royong.

8fbendung2_kra copy

Danrem 074/Warastratama, Kol Inf Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI selalu memberikan dukungan positif kepada masyrakat dan Pemkab Karanganyar untuk pembangunan bendungan darurat tersebut.

“Kami berharap dua pekan atau kurang, bendungan darurat sudah jadi dan bisa kembali memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ucap Maruli.

Penulis: Herlambang Gilang, Widhianto

Editor: Lukas Budi Cahyono