(ilustrasi/begal)

SOLO, MANTEB.Com – Tak pernah kehabisan akal, pelaku begal semakin punya cara bervariasi untuk menggasak harta korbannya di jalanan. Pencurian dengan kekerasan (curas) di jalanan atau biasa disebut sebagai begal ini kian marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Banyaknya kasus begal yang dihajar massa saat tertangkap, sepertinya tak menyurutkan niat pelaku begal lainnya. Bahkan semakin licik saja cara yang mereka gunakan.

Berbagai modus diterapkan guna melancarkan aksinya. Bak raja jalanan, pelaku begal seakan tahu betul lokasi-lokasi mana yang patut mereka incar. Tak melulu tempat sepi, tak harus juga di malam hari.

Seperti yang terjadi di Boyolali baru-baru ini. Komplotan pelaku begal berpura-pura menjadi korban kecelakaan. Setelah mengetahui ada orang lain yang hendak menolong, pelaku langsung merampas harta benda milik korban dengan kekerasan. Korban pun harus pasrah dan memberikan harta bendanya ketika di bawah tekanan senjata tajam.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap setiap orang yang berpura-pura terjatuh atau tertabrak kendaraan. Menurutnya, mungkin saja orang tersebut hanya berakting untuk melakukan pemerasan.

Lain halnya dengan yang terjadi di Jambi. Pertengahan April lalu Unit Reskrim Polsek Telanaipura, Jambi berhasil menangkap begal bermodus menuduh korban sebagai pemukulan adiknya. Menurut penuturan dari korban, pelaku saat itu mencegat kendaraan korban dan menuduh telah memukul adiknya. Semakin beringas, pelaku juga mengancam dengan senjata tajam jenis samurai.

Pelaku kemudian memaksa korban menyerahkan uang dan kunci motornya. Ketakutan, namun korban berusaha menolak dan lari meminta pertolongan warga. Beruntungnya saat itu ada warga yang mengetahui, dan pelaku pun kabur.

Modusnya sama dengan menuduh korban, namun yang terjadi di Makassar ini terbilang memaksa dan tidak masuk akal. Modus yang digunakan yaitu menuduh korban sebagai pelaku begal. Pelaku mendekati korban lalu seketika mengambil kunci motornya, lalu menuduh korban sebagai begal. Dengan alasan tersebut, pelaku menggeledah barang bawaan korban, lalu membawa semua barang-barangnya. Kalau ini namanya maling teriak maling.

Lebih licik lagi yang terjadi di Lampung. Komplotan begal menuduh korbannya yang menggunakan mobil, menyerempet sepeda motor yang digunakan pelaku. Mobil korban dipepet, kemudian pelaku berteriak jika mobil korban baru saja menyerempet sepeda motor milik pelaku. Tetap mengelak, korban tidak mau berhenti dan tetap mengendarai mobilnya hingga ke kompleks tempat tinggalnya.

Namun nahas, pelaku yang beraksi Minggu (16/4/2017) subuh sekitar pukul 04:00 WITA tersebut malah dihajar massa. Mereka dihajar lantaran diduga kuat sebagai komplotan begal, dan ternyata korbannya adalah kerabat mantan kepala staf TNI Angkatan Darat. Malang benar nasib begal yang satu ini.

 

Penulis : Wahyu Setiawan

Diolah dari beberapa sumber