(Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak)

KARANGANYAR, MANTEB.com – Kepolisian Resort (Polres) Karanganyar melibatkan ahli pidana dalam menangani kasus tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam kegiatan pendidikan dasar (Diksar) di Dusun Tlogodringo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Keterangan ahli pidana ini diperlukan menyusul ditemukannya surat pernyataan bermeterai dari panitia Diksar yang berisi panitia tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan tubuh atau cacat yang dialami peserta Diksar.

Menurut Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, dua ahli pidana dari Universitas Surakarta (UNSA) telah dimintai keterangannya menyusul ditemukannya 37 surat pernyataan bermeterai yang terlampir dalam formulir pendaftaran keikutsertaan peserta dalam Diksar.

Hasil keterangan ahli, bahwa surat peryataan bermeterai tersebut tidak mampu menggugurkan pertanggung jawaban pidana jika terjadi tindak pidana. “Pertanggung jawaban pidana tidak bisa terhapus hanya dengan surat seperti itu. Surat bermeterai itu tidak mempunyai kekuatan hukum sama sekali,” ujar Kapolres.

Tim penyidik terus mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus dugaan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa senior pecinta alam UII terhadap juniornya. Hari senin mendatang, polisi dijadwalkan memeriksa seluruh panitia Diksar Mapala UII di Mapolres Karanganyar.

Dalam proses penyelidikan, polisi meminta semua pihak dapat bekerja sama dengan baik sehingga kasus tewasnya tiga mahasiswa UII dapat segera terungkap.

 

Penulis : Dawam Rizawan Taufiq

Editor : Wahyu Setiawan