LATAR BELAKANG LAMPION: Pasangan muda-mudi berfoto di kawasan Pasar Gede dengan latar belakang lampion. Solo Imlek Festival menyiapkan 5.000 lampion untuk memeriahkan kawasan di Jendral Sudirman dan Pasar Gede. (manteb.com/ Gilang-lbc)

 

SOLO, MANTEB.Com – Solo Imlek Festival (SIF) 2017 akan digelar mulai 17 Januari 2017 hingga 11 Februari 2017. Terdapat bermacam even di SIF 2017, antara lain lampion 12 karakter zodiak China, donor darah, pemecahan rekor Muri kaligrafi aksara jawa, Grebeg Sudiro dan berbagai kegiatan lainnya.

Ketua Panitia SIF 2017, Sumartono Hadinoto mengatakan bahwa persiapan panitia hampir 100 persen. Belasan even disiapkan untuk membuat SIF 2017 kali ini kian ramai. Terlebih tahun ini SIF terintegrasi dengan acara lain yang ada di Kota Solo, antara lain Solo Great Sale (SGS) dan Grebeg Sudiro yang merupakan even budaya rutin yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sebagai agenda pariwisata Kota Solo.

Selain agenda acara, kawasan Jendral Sudirman sampai Pasar Gede dihias dengan gapura imlek dan 5.000 lampion. Lampion-lampion berwarna merah ini akan mulai dinyalakan pada Selasa (17/1/2017) mulai pukul 18.00-05.00 WIB. Adapun lampion 12 shio atau neon box 12 shio. Lima shio ayam dan dewa rejeki baru akan dipasang dan dihidupkan pada Jumat 20 Januari 2017.

“Disamping itu juga akan ada pesta kembang api di Balaikota Surakarta pada Jumat 27 Januari 2017. Tahun ini SIF juga siap memecahkan rekor Muri yakni menulis kaligrafi aksara jawa terpanjang 500 meter di Solo Paragon Mall pada 5 Februari 2017,” jelas Sumartono.

SIF 2017 mengambil tema “Nusantara Bersatu Merajut Kebhinekaan dan Memperkokoh NKRI”. Sumartono menambahkan, dengan tema tersebut diharapkan acara ini mampu memperkokoh budaya dan nusantara serta mem-branding Kota Solo sebagai kota budaya dan pariwisata.

Sementara itu mengenai pesta kembang api pada malam Imlek, Sumartono menjelaskan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dishub, Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Kepolisian Resor Surakarta, mengenai rekayasa lalu-lintas agar dampak dari penutupan jalan tidak terlalu dirasakan masyarakat.

Penulis: Dawam

Editor: Lukas Budi