BAGI ANDA YANG MEMILIKI KOMUNITAS DAN INGIN BERGABUNG MENJADI AUDIENCE DI PROGRAM-PROGRAM TATV SILAHKAN MENGHUBUNGI : 085 6470 50 948 GRATIS...!!!    RS PANTI WALUYO SURAKARTA DAN YAYASAN SMILE TRAIN MENGADAKAN PROGRAM OPERASI BIBIR SUMBING GRATIS SEPANJANG TAHUN. INFORMASI DAN PENDAFTARAN HUBUNGI BAGIAN HUMAS DAN PEMASARAN RS PANTI WALUYO SURAKARTA JL.A.YANI NO.1 – 2 SURAKARTA 57143 NO.TELEPON 0271 - 712 077 EXT 0 (HUMAS) ATAU 1630 (PEMASARAN)    
Pemanfaatan Air Bawah Tanah

MANTEB.com - Berbagai macam cara dilakukan masyarakat kita untuk mengantisipasi bencana kekeringan yang menjadi problem klasik ketika musim kemarau panjang tengah melanda. Ada yang berupaya mencari bantuan air, membuat tandon air, hingga dengan menggunakan iptek dengan mambuat hujan buatan. Namun di sebuah desa yang terletak di Pegunungan Kendeng Pati, masyarakat setempat memanfaatkan air dari dalam gowa sedalam lebih dari 70 meter untuk mencukupi kebutuhan air.

Dukuh Pager Gunung, Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo merupakan sebuah daerah yang letaknya berada di Pegunungan Kendeng Pati. Wilayah tersebut adalah salah 1 dari sekian banyak wilayah yang sering dilanda kekeringan parah. Cukup aneh memang, ketika wilayah pegunungan kendeng memiliki puluhan sumber mata air bawah tanah, ponor dan sungai bawah tanah, sejak belasan tahun mengalami kesulitan air.

Dulunya kebutuhan air bagi masyarakat sangat sulit didapatkan, Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, memasak dan mencuci, warga bahkan harus mengantri hingga berhari-hari. Saat musim kemarau panjang tiba, air hanya bisa didapatkan dengan cara membeli dari mobil-mobil tangki air. Padahal di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan ini, terdapat sumber mata air yang sangat berlimpah dengan debit air yang sangat besar. Sumber mata air tersebut tepatnya berada di Gua Jero, berupa sungai bawah tanah.

Tak mudah untuk dapat menyentuh sumber mata air tersebut. Kondisi gowa memiliki kedalaman hampir 70 meter. Sementara alur jalan untuk menyusuri tempat sumber mata air, harus menuruni tangga vertikal setinggi 50 meter dengan ruang masuk tak lebih dari ½ meteR. Setelah itu menyusuri jalan menurun terjal dan berbatu sejauh 40 meter.

Saat ini pengelolaan air mandiri berbasis masyarakat telah menjadi solusi nyata, kekeringan yang sering melanda daerah tersebut. Bahkan tak hanya warga desa maitan, pengelolaan air tersebut juga telah dimanfaatkan oleh sebagian warga desa lain disekitarnya. (Agus Atha)

KOMENTAR





Ketentuan berkomentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang
ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat
ataupun kebijakan Manteb.com dan sepenuhnya menjadi
tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis,
kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Manteb.com  
akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan
untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Manteb.com  berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses
bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

On Air
SARAN DOKTER YARSIS 19:30 - 20:30 WIB
hari ini
Selasa, 16 September 2014
TA PAGI 06:00 - 07:00
HOROK 07:00 - 07:30
PELUANG USAHA 07:30 - 08:00
LEJEL HOME SHOPPING 08:00 - 09:00
KECREK 09:00 - 09:30
GOGO MALL NEW 09:30 - 10:00
LEJEL HOMESHOPPING 10:00 - 11:00
KABAR JATENG 11:00 - 11:30
LEJEL HOME SHOPPING 11:30 - 12:00
GOGO MALL NEW 12:00 - 13:00
CAMPURSARI 13:00 - 14:00
SIMEN ( SINDEN MENTHEL ) 14:00 - 15:00
GOGO MALL NEW 15:00 - 15:30
TERMINAL DANGDUT 15:30 - 16:30
TA SANDYAKALA 16:30 - 17:00
LEJEL HOMESHOPPING 17:00 - 17:30
KABAR PATI 17:30 - 18:00
SPESIAL EVENT 18:00 - 18:30
KHASANAH 18:30 - 19:00
TA SURAKARTA 19:00 - 19:30
SARAN DOKTER YARSIS 19:30 - 20:30
TA WENGI 20:30 - 21:00
JAGONGAN SARGEDHE 21:00 - 22:00
RAHASIA LELAKI 22:00 - 23:00
POWER OF SOUL 23:00 - 00:00
Jadwal sewaktu - waktu dapat berubah
Mas Manteb
Agenda